Minyak Stabil; Pasar Mengabaikan Data Inflasi Tiongkok

Harga minyak stabil pada hari Kamis (9/11) karena pasar mengabaikan indikator deflasi di Tiongkok dan mencari petunjuk lebih lanjut mengenai status permintaan dari dua konsumen minyak terbesar dunia.

Minyak mentah berjangka Brent naik 8 sen, atau 0,1%, menjadi $79,62 per barel pada pukul 05.00 GMT. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 6 sen, atau 0,1%, menjadi $75,39 per barel.

Kenaikan terjadi setelah kedua minyak acuan tersebut turun lebih dari 2% ke level terendah sejak pertengahan Juli pada hari Rabu, karena kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan di Timur Tengah mereda dan kekhawatiran terhadap permintaan AS dan Tiongkok meningkat.

Sementara itu, data inflasi Tiongkok yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa CPI Oktober turun 0,2% YoY, sedangkan data PPI turun 2,6% YoY. Hal ini sejalan dengan jajak pendapat Reuters yang memperkirakan CPI akan turun 0,1% dan PPI 2,7%.

Awal pekan ini, data bea cukai menunjukkan bahwa total ekspor barang dan jasa Tiongkok mengalami kontraksi lebih cepat dari perkiraan, meskipun impor minyak mentah negara tersebut pada bulan Oktober cukup tinggi.

Di sisi positifnya permintaan minyak, gubernur bank sentral Tiongkok, Pan Gongsheng, mengatakan negaranya diperkirakan akan mencapai target pertumbuhan tahunan sebesar 5% untuk tahun ini. (knc)

Sumber : Reuters